Menata Hati, Menguatkan Mental: Guru Miosi Ikuti Pelatihan Kesiapan Psikologis
Miosi—Sabtu pagi, 25 Oktober 2025, suasana ruang guru SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) terasa berbeda dari biasanya. Para guru dan karyawan berkumpul dalam suasana penuh kehangatan untuk mengikuti pelatihan kesiapan psikologis guru menghadapi problematika di sekolah.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ghozali Rusyid Affandi, S.Psi., M.A, seorang psikolog dengan pendekatan humanis dan spiritual yang mengajak peserta memahami pentingnya keseimbangan antara pikiran, emosi, dan iman dalam menjalani profesi sebagai pendidik.
“Kebahagiaan itu letaknya di hati, diturunkan dari Allah. Dengan berdzikir hati menjadi tenang. Gaji berapa pun tidak akan membawa bahagia jika hati tidak menaut kepada Allah,” ujar Ghozali membuka sesi dengan penuh keteduhan.
Dalam pemaparannya, Ghozali menjelaskan bahwa sehat mental bukan berarti tidak memiliki masalah, tetapi kemampuan untuk mengenali, menerima, dan mengelola setiap persoalan dengan bijak.
“Jika punya masalah, jangan dipendam sendiri. Sampaikanlah pada sahabat agar pikiran tidak penuh tanpa jalan keluar,” pesannya.
Ia juga memaparkan bagaimana pikiran, emosi, dan perilaku memiliki hubungan yang erat. “Ketika ada situasi yang membuat kita berkata ‘kok begini ya’, berarti ada sesuatu yang mengusik. Pikiran itu masuk ke emosi, emosi memengaruhi perilaku, dan akhirnya berdampak pada fisik. Semua tergantung pada cara kita berpikir tentang masalah itu,” jelasnya sambil menunjukkan bagan sederhana hubungan pikiran dan emosi.
Untuk membantu guru mengelola stres, Ghozali memperkenalkan empat langkah sederhana namun efektif, yaitu Avoid, Alter, Accept, dan Adapt:
• Avoid (Menghindari): Kendalikan lingkungan, hindari orang yang mengganggu, dan belajar berkata tidak.
• Alter (Mengubah): Ubah respon terhadap penyebab stres, komunikasikan perasaan secara terbuka, dan kelola waktu lebih baik.
• Accept (Menerima): Memaafkan, berbicara positif pada diri sendiri (self-talk), belajar dari kesalahan, dan berbagi cerita dengan seseorang.
• Adapt (Menyesuaikan diri): Terima hal-hal yang tidak bisa diubah, berhenti berpikir negatif, serta sesuaikan harapan dengan kondisi saat ini.
“Sebelum menyelesaikan masalah, tenangkan dulu emosi kita. Topping emosional dulu, baru problem fokus,” tegas Ghozali sambil tersenyum, menekankan pentingnya pengendalian diri sebelum mengambil tindakan.
Sesi menjadi lebih menarik ketika ia menyinggung tentang “marah edukatif”, yaitu kemampuan guru menegur siswa dengan tetap menjaga kendali emosi.
“Marah itu boleh, asal edukatif. Marah yang tidak emosional, yang memberi pelajaran kepada anak tentang sopan santun dan disiplin,” ucapnya disambut anggukan setuju dari para peserta.
Pelatihan ini menjadi ruang refleksi bagi para guru untuk menyadari bahwa keseimbangan emosional sangat penting dalam dunia pendidikan. Guru yang tenang, sabar, dan bahagia akan lebih mampu menebarkan energi positif di kelas.
Menjelang siang, para guru meninggalkan ruangan dengan wajah tenang dan senyum ringan. Mereka pulang membawa keyakinan baru bahwa kekuatan seorang pendidik bukan hanya pada ilmu yang diajarkan, tetapi juga pada keteguhan hati yang selalu ditautkan kepada Allah.
Penulis: Mahyuddin Syaifulloh
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Lerak Eco Soap, Inovasi Siswa Miosi Mencuri Perhatian di Ajang Internasional
Lerak, biji yang bisa dipakai sabun tradisional menjadi eksperimen siswa SMP Miosi. Ketika dipamerkan di luar negeri menarik perhatian pengunjung. Tagar.co – Deretan stan inovasi
Semangat Suroboyoan ala Miosi Menggema di Malaysia
Tagar.co – Suasana sore di Kolej Profesional Mara Bandar Melaka, Malaysia pada Kamis (30/4/2026) terasa berbeda. Riuh tepuk tangan dan sorak penonton meng
Siswa Miosi Sidoarjo Kenalkan Batik Lokal lewat Pop-Up Book, Raih Penghargaan Internasional
Empat siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo sukses memukau ajang MYPO 3.0 di Malaysia lewat inovasi pop-up book batik Sidoarjo yang memadukan visual 3D, nilai sosia
Naik Kereta Gantung Genting Highlands, Siswa Sidoarjo Rasakan Pengalaman Baru
Melayang di ketinggian 1.800 mdpl di Genting Highlands, siswa Sidoarjo menikmati pengalaman baru yang mendebarkan. Tagar.co — Kabin kereta gantung i
IPM SMP Miosi Gelar Lomba Fashion Show Busana Daerah
Tagar.co — Riuh suara siswa, warna-warni busana daerah, serta semangat kebersamaan menyatu dalam satu peringatan Hari Kartini di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Selasa (21/4
Kajian Wali Murid SMP Miosi Bahas Strategi 3R untuk Tingkatkan Kualitas Ibadah
Tagar.co — Pagi itu, Sabtu, 4 April 2026, di Masjid At-Tanwir SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (SMP Miosi) hadir puluhan wali murid dengan senyum merekah. Mereka datang untuk memba
Pra Raker Miosi, Ada Metafora Burung Jadi Laba-Laba
Pra Raker SMP Miosi mengusung tema Menguatkan Kemandirian dan Inovasi Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Holistik Islami. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus proyeksi langkah ke
Materi Jurnalistik Menjadi Sarapan Pagi PIP IPM SMP Miosi
Tagar.co — Materi jurnalistik menjadi sarapan pagi tujuh anggota bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMP Muhammadiyah 10 Sidoar
Masjid At-Tanwir Miosi Diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan Masjid At-Tanwir Miosi. Selain itu Gedung Buya Hamka Muhida dan Gedung Jenderal Sudirman Musasi. Ketiganya sebagai pusat pendidikan dan pencera
Dari Penonton Menjadi Penolong, Pesan Kuat di Balik Upacara Pagi Miosi
pwmu.co - Pagi itu, Senin (06/04/2026), halaman SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) terasa berbeda. Barisan siswa yang rapi, guru, dan karyawan yang berdiri khidmat, seo